Ziarah Ke Kota Madinah

//Ziarah Ke Kota Madinah

Ziarah Ke Kota Madinah

Tempat Yang Di Sunnahkan Untuk Dikunjungi Di Kota MADINAH

Pertama, MASJID NABAWI

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam tiba di Madinah, di tempat dimana unta tunggangan Nabi Shalallahu alaihi Wassallam menghentikan perjalanannya.
Pada mulanya, Lokasi itu adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.
Pada awalnya, masjid Nabawi berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 Meter. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja.
Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.
Masjid Nabawi telah mengalami beberapa fase renovasi dan perluasan. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd pada tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jamaah

Keutamaan Masjid Nabawi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم وَمَسْجِدِ الأَقْصَى
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’Anhu, bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda : “Tidak disiapkan kendaraan, kecuali untuk mengunjungi tiga buah masjid : Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjid Al-Aqsha.” (HR. Bukhari-Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’Anhu, bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam : “Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram (HR. Bukhari & Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة، ومنبري على حوضي
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu , bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda : ”Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman (Raudhah) dari taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telaga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun Hadits :
من صلى فى مسجدي أربعين صلاة لا يفوته صلاة كتبت له براءة من النار ، ونجاة من العذاب ، وبرئ من النفاق
“Barangsiapa melakukan salat di mesjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali salat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan.”
Saya Katakan : Bahwa Hadits ini Munkar (tergolong Hadits Lemah). Lihat: Silsilah Ad-Dho’ifah Karya Syaikh Al-Albani 364.

Kedua, MAKAM RASULULLAH Shalallahu `Alaihi Wassallam

Para Ulama menegaskan bahwa berziaroh ke makam Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam adalah disunnahkan bagi yang telah tiba bagi para peziarah masjid nabawi, dan bukanlah makam Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam yang menjadi tujuan utama dari kepergiannya untuk menuju kota Madinah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم وَمَسْجِدِ الأَقْصَى
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’Anhu, bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda : “Tidak disiapkan kendaraan, kecuali untuk mengunjungi tiga buah masjid : Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjid Al-Aqsha.” (HR. Bukhari-Muslim)

Adapun Hadits :
من حج البيت ولم يزرني فقد جفاني
“Barangsiapa yang berhaji ke baitulloh dan tidak menziarahiku maka sungguh dia telah berbuat kasar kepadaku”.
من زارني بعد موتي فكأنما زارني في حياتي
“Barangsiapa yang menziarahiku setelah aku mati maka seakan-akan dia telah menziarahiku ketika aku hidup”
من زارني بالمدينة محتسباً كنت له شفيعاً شهيداً يوم القيامة
“Barangsiapa yang menziarahiku di Madinah dengan sungguh-sungguh maka aku akan menjadi pemberi syafa’at dan saksi baginya pada hari kiamat”.

Saya Katakan :
Bahwa hadits-hadits tersebut adalah Hadits yang Lemah,
Bahkan Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam melarang kita menjadikan makam beliau sebagai tempat perayaan :
لا تتخذوا قبري عيداً، ولا بيوتكم قبوراً، وصلوا علي فإن تسليمكم يبلغني أينما كنتم
“Janganlah kalian menjadikan Kuburanku ini sebagai ‘Ied (perayaan), jangan pula menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya ucapan salam kalian akan sampai kepadaku dimanapun kalian berada”. (HR. Al-Imam Ahmad dalam Musnad Al-Muktsirin Minash Shohabah, Baqi Musnad Abi Hurairah no.8586

Ketiga, PEMAKAMAN BAQI’

Baqi’ adalah tanah pemakaman yang terletak di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah tempat dimakamkannya Utsman bin Affan Radhiyallahu’ anhu , Para istri Nabi Shalallahu alaihi Wassallam diantaranya Umi Salamah, Zainab, Shafiyah, Juariyah, Mariyah, Hafsah dan `Aisyah beserta putra dan putrinya, dan juga ribuan para sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam.
Pemakaman Baqi’ dibuka hanya untuk peziarah Pria, yaitu setelah Sholat Shubuh sampai kurang lebih pukul 8 Pagi, dan setelah Sholat Ashar hingga menjelang Maghrib.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّما كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ فَيَقُولُ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, dia berkata: Dahulu Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam ketika giliran malamnya bersamanya, Beliau keluar pada malam itu menuju pekuburan Baqi’, Beliau bersabda: “Salam sejahtera untuk kalian negeri kaum beriman, telah didatangkan kepada kalian apa-apa yang dijanjikan, hari besok akan segera, dan kami –Insya Allah- akan besama kalian, Ya Allah berikanlah ampunan kepada penghuni Baqi’ Al-Gharqod. (HR. Muslim)

Bacaan ketika Ziarah ke Makam Baqi’

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْن
وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, (Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan). Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah 2/494)

Keempat, MASJID QUBA

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam pada tahun 1 Hijriyah ( 622 M ) di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar Takwa, sebagaimana firmanNya :

لا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
“Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS. At-Taubah:108).

Masjid ini telah mengalami beberapa tahapan renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Mengutip buku berjudul “Sejarah Madinah Munawarah” yang ditulis Dr. Muhamad Ilyas Abdul Ghani, Masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta Riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

Keutamaan Masjid Quba

عنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ، رَاكِبًا وَمَاشِيًا. فَيُصَلِّي فِيْهِ رَكْعَتَيْنِ
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu’Anhu : Bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam mendatangi (menziarahi) masjid Quba dengan berkendaraan dan berjalan kaki, kemudian beliau sholat dua rakaat didalamnya (HR. Bukhari)
عن سهل بن حنيف رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
من تطهر في بيته ثم أتى مسجد قباء فصلى فيه صلاة كان له كأجر عمرة
Dari Abu bin Sahl bin Hunaif Radhiyallahu’Anhu : Bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala Umrah”.( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401)

Kelima, PEMAKAMAN SYUHADA UHUD

Disunnahkan pula mengunjungi Pemakaman para syuhada perang Uhud yang terletak di bukit kaki Gunung Uhud. Sedangkan pertempuran Uhud sendiri adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy yang diperkirakan terjadi pada tanggal 7 Syawal 3H (22 Maret 625 M). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.
Pada perang Uhud, 70 orang Sahabat Rasulullah gugur. Diantara sahabat yang gugur pada perang tersebut adalah :
1. Hamzah bin Abdul Muthalib Radhiyallahu’ anhu (Paman Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam )
2. Mush’ab bin Umair Radhiyallahu’ Anhu
3. Sa’ad bin Ar-Rabi Radhiyallahu’ Anhu’
4. Abdullah bin Haram Radhiyallahu’ Anhu
5. Haitsamah Abu Sa’ad Radhiyallahu’ Anhu
6. Amr’ bin Al-Jamuh Radhiyallahu’ Anhu
7. Handzolah bin Abi Amir Radhiyallahu’ Anhu
8. Abdullah Bin Jahsy Radhiyallahu’ Anhu

Adapun selain dari 5 tempat yang disebutkan para ulama, maka tidak ada sunnahnya untuk mengunjungi dan melakukan peribadahan khusus di dalamnya, karena tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam dan para Ulama-ulama sesudahnya. Wallohu `Alam Bis Shawab.

By | 2017-03-14T10:55:09+00:00 Agustus 19th, 2015|Blog|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment